The Judge Returns Episode 2 Recap & Review: Awal Penebusan Seorang Hakim Korup

The Judge Returns Episode 2 semakin memperjelas arah cerita sebagai thriller hukum dengan elemen balas dendam dan perjalanan waktu. Jika episode pertama terasa padat dengan eksposisi, maka episode kedua ini mulai menata ulang konflik utama, sekaligus memberikan titik balik besar bagi karakter Lee Han-young.

Berikut ulasan lengkap recap dan review Episode 2 The Judge Returns, dengan pembahasan alur cerita dan evaluasi kualitas episodenya.

Han-young Berduka, Namun Masa Lalunya Menghantuinya

Episode ini dibuka dengan suasana muram. Lee Han-young tengah berduka atas kematian ibunya. Di tengah kesedihan itu, ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia adalah hakim yang adil, meski kenyataannya masa lalunya dipenuhi keputusan kelam dan praktik korupsi.

Tak butuh waktu lama sebelum Han-young kembali ke kantor untuk membereskan barang-barangnya. Namun sebelum ia benar-benar pergi, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Seorang pria yang menyamar sebagai kurir masuk ke ruangan—dan ternyata adalah seorang pembunuh bayaran.

Han-young dicekik hingga pingsan.

Dijebak sebagai Pembunuh Direktur Keuangan S-Group

Saat Han-young sadar, hari sudah larut malam. Tangannya berlumuran darah, dan sebuah mayat tergeletak di lantai. Korban tersebut adalah Kim Yong-jin, Direktur Akuntansi S-Group—orang yang sebelumnya menyerahkan USB penting kepada Jin-ah di episode pertama.

Dalam kondisi panik, Han-young justru melakukan kesalahan fatal. Ia mengambil pisau berlumuran darah dengan tangan kosong, membuat sidik jarinya menempel jelas. Setelah itu, ia melarikan diri dari lokasi kejadian.

Tanpa ia sadari, semua sudah diatur. Han-young resmi dijebak sebagai pelaku pembunuhan.

Ia segera menghubungi Jin-ah dan memberitahukan situasinya. Jin-ah ingin bertemu dan mencari solusi bersama, namun tindakan Han-young kabur dari TKP justru memperburuk keadaan. Polisi datang, dan Han-young akhirnya ditangkap.

Tae-sik di Balik Jeruji, Namun Tetap Tenang

Di sisi lain, Tae-sik masih berada di penjara. Anehnya, ia tampak sama sekali tidak terganggu. Baginya, ini hanyalah “retret singkat”. Ia yakin akan segera bebas.

Sekilas, Tae-sik tampak sebagai dalang di balik pembunuhan dan upaya menjebak Han-young. Namun episode ini sengaja membiarkan penonton berspekulasi, tanpa memberi jawaban pasti.

Diadili oleh Sistem yang Pernah Ia Manfaatkan

Di Kantor Kejaksaan, Han-young menjalani interogasi keras. Bukti yang ada begitu memberatkan. Ditambah rekam jejaknya sebagai hakim korup yang menerima suap, posisi Han-young nyaris tak memiliki celah pembelaan.

Adegan ini menyambung langsung dengan akhir episode pertama. Han-young bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, tetapi S-Group adalah kekuatan besar dengan saksi-saksi yang siap dimanipulasi.

Ironisnya, kini Han-young merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi terdakwa tak bersalah di hadapan sistem hukum yang timpang—sistem yang dulu ia manfaatkan untuk keuntungan pribadi.

Racun, Rumah Sakit, dan Pencarian Ayah

Di balik jeruji besi, Han-young didatangi oleh Yun-hyeok. Ia menyarankan satu jalan keluar ekstrem: menelan pil racun.

Tanpa pilihan lain, Han-young melakukannya dan dilarikan ke rumah sakit. Namun begitu sadar, ia langsung kabur—masih mengenakan seragam tahanan—dan mulai mencari ayahnya.

Saat ia berjalan sempoyongan di jalanan kota, potongan adegan ini perlahan terhubung dengan prolog episode pertama. Program pembangunan kota yang sebelumnya disebutkan ternyata berkaitan dengan penampungan tunawisma dan ruangan-ruangan misterius yang sempat diperlihatkan.

Ditusuk dan Dikhianati oleh Orang Terdekat Kekuasaan

Tak lama kemudian, Han-young kembali bertemu pria bertopeng. Kali ini, ia ditusuk di leher. Penyerangnya ternyata adalah pengawal pribadi Ketua Mahkamah Agung Shin-jin.

Shin-jin adalah dalang sebenarnya di balik upaya pembunuhan ini. Ia menyaksikan Han-young berlutut dan perlahan kehabisan darah.

Namun cerita belum berakhir.

Pengadilan Arwah dan Kesadaran Diri

Alih-alih mati sepenuhnya, Han-young memasuki semacam alam purgatori. Di sana, ia “diadili” oleh orang-orang yang pernah ia sakiti sepanjang hidupnya.

Dengan rantai di leher dan bayangan masa lalu yang datang silih berganti, Han-young akhirnya melihat dirinya apa adanya: hakim yang kejam, dingin, dan oportunis.

Air mata jatuh. Ia mengakui kesalahannya dan menerima rasa bersalah itu sepenuhnya.

Kembali ke Masa Lalu: Kesempatan Kedua

Tiba-tiba, Han-young kembali ke dunia nyata—namun waktu telah berputar mundur. Ia berada di ruang sidang pada persidangan pertamanya, sepuluh tahun lalu, di tahun 2025.

Terdakwa saat itu adalah Kim Sang-jin, seorang pencuri kecil. Namun Han-young tahu kebenaran pahit: di masa depan, Sang-jin akan menjadi pembunuh berantai. Vonis ringan yang pernah ia jatuhkan dulu justru memberi Sang-jin kepercayaan diri untuk melanjutkan kejahatannya.

Dalam kemarahan, Han-young langsung menjatuhkan vonis mati.

Namun keputusan ini membuatnya dimarahi oleh Ketua Hakim Im Jeong-sik, yang mengambil alih kasus tersebut.

Pertemuan Kembali dengan Yun-hyeok

Di garis waktu baru ini, Han-young kembali bertemu Yun-hyeok—teman sekantor yang kelak akan menyuruhnya bunuh diri di penjara.

Alih-alih marah, Han-young justru memeluknya. Ia sadar bahwa hidupnya telah diberi kesempatan kedua, dan kali ini ia tak akan menyia-nyiakannya.

Misi Baru: Mencegah Kejahatan Sebelum Terjadi

Han-young mulai mengawasi S-Group dan para tokoh besar yang akan menghancurkan hidupnya di masa depan. Ia juga memutuskan untuk membantu para korban kasus Kim Sang-jin.

Ia kembali menjalin hubungan dengan Jeong-ho, sahabat yang dulu ia tinggalkan demi menjadi “anjing” firma hukum Haenal.

Han-young mencoba mencari bukti bahwa Sang-jin adalah pembunuh berantai, bahkan sampai membobol rumahnya. Namun semuanya sia-sia—ia terlalu cepat dalam linimasa.

Strategi Hukum yang Lebih Cerdas

Keesokan harinya, Han-young meyakinkan Ketua Hakim bahwa ia akan menangani kasus ini dengan benar. Di pengadilan, Sang-jin dijatuhi hukuman satu tahun penjara, namun dengan penangguhan eksekusi selama dua tahun.

Tujuannya jelas: memberi waktu untuk mengumpulkan bukti. Yun-hyeok ditugaskan melakukan pengawasan diam-diam terhadap Sang-jin.

Di ruang sidang, hadir seorang wanita bernama Kang Ju-young. Ia adalah sosok yang di masa depan akan dijadikan kambing hitam atas pembunuhan Sang-jin.

Tragedi Kang Ju-young

Pada malam yang sama, Sang-jin sebenarnya akan membunuh seorang anak berusia enam tahun. Ju-young diperas untuk membantu, dengan ancaman ibunya dan keponakannya akan dibunuh jika menolak.

Di masa depan, Ju-young dipenjara atas kejahatan yang tidak pernah ia lakukan. Rasa bersalah menghantuinya, merasa seharusnya ia yang mati saat pertama kali bertemu Sang-jin.

Konfrontasi di Jalanan

Menyadari waktu semakin sempit, Han-young dan Yun-hyeok bergerak malam itu juga. Han-young akhirnya menemukan Sang-jin dan memutuskan menegakkan “keadilannya sendiri”.

Ia menghadang Sang-jin di tengah jalan—menjadi penutup tegang episode ini.

Review Episode 2 The Judge Returns

Dibanding episode pertama yang terasa terlalu padat dan penuh eksposisi, Episode 2 tampil dengan ritme yang jauh lebih rapi. Nuansa thriller mulai terasa kuat, meski belum sepenuhnya sempurna.

Beberapa elemen plot memang terasa terlalu kebetulan. Sulit dipercaya seorang hakim berpengalaman akan memegang senjata pembunuhan tanpa sarung tangan, meninggalkan baju berlumuran darah, lalu kabur begitu saja.

Meski terasa agak canggung, semua ini tampaknya disengaja untuk mempercepat transisi ke alur perjalanan waktu.

Dengan Han-young kini mengetahui masa depan, besar kemungkinan The Judge Returns akan mengadopsi format episodik mirip Taxi Driver dengan satu kasus utama setiap episode.

Kasus Kim Sang-jin sendiri berakhir ekstrem, dengan Han-young menabraknya menggunakan mobil.

Ke depannya, menarik untuk melihat apakah drama ini akan terus menampilkan bentuk “keadilan alternatif” ala Han-young, serta bagaimana kasus Gojin Chemical akan kembali berperan dalam cerita.

Untuk saat ini, The Judge Returns Episode 2 berhasil membangun fondasi yang solid untuk konflik-konflik besar selanjutnya.

Episode 1 | All Lists | Episode 3

The Judge Returns Episode 1 Recap & Review: Awal Gelap Seorang Hakim KorupStranger Things Season 5 Episode 1 Recap & Review: Awal Kelam yang Penuh Ketegangan

Related

Tinggalkan komentar