Deteksi Penyakit Jantung Sejak Dini

Deteksi Penyakit Jantung Sejak Dini – Salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit jantung. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi penyakit jantung koroner berdasarkan wawancara terdiagnosis dokter di Indonesia hanya sebesar 0,5 persen. Penderita lainnya terdiagnosis dokter atau gejala hanya sebesar 1,5 persen.

dr M Taufik A Pohan SpJP menerangkan, minimnya pengetahuan dan pemahaman bahwa penyakit jantung dapat menyerang semua usia, termasuk usia produktif atau usia muda, membuat penyakit jantung kadang menjadi terlambat ditangani. Juga, 20 % gejala penyakit jantung tidak khas/khusus, sehingga ada banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai masalah dengan jantung.

Deteksi Penyakit Jantung Sejak Dini

Mengetahui kecenderungan semakin mudanya usia pengidap penyakit jantung, maka deteksi awal sejak usia muda, menjadi kebutuhan dan keharusan. Salah satu cara untuk mendeteksi kelainan pada jantung, adalah dengan menggunakan CT Scan. Alat ini memiliki fungsi untuk mengecek kesehatan jantung dan mengetahui kondisi pembuluh darah arteri. Teknologi CT Scan terbaru, yakni Dual Source CT Scan atau DSCT Flash yang mempunyai kecepatan tinggi dan akurasi pencitraan lebih detail. Hanya dalam hitungan detik, scanning bisa terlaksana. Alat pencitraan baru ini sangat baik untuk digunakan pada pemeriksaan CT Cardiac atau melihat fungsi jantung.

Deteksi Penyakit Jantung Sejak Dini

“Dengan berbagai fitur yang lebih detail dan cepat, DSCT Flash dapat membantu tim medis menegakkan diagnosis yang tepat untuk penanganan yang lebih optimal,” komentar ahli Radiologi RSPI–Pondok Indah, Dr Med dr Luqman Adji Saptogino SpRad(K) SpKN.

Berbeda dengan teknologi CT Scan sebelumnya, DSCT Flash menggunakan dua “tabung” yang diletakkan di titik berbeda. Dua tabung ini akan memindai tubuh pasien dari sudut yang berlainan sehingga waktu yang dibutuhkan untuk scanning menjadi sangat cepat. Paparan radiasi pun bisa berkurang sampai 50 %. “Berkat keberadaan dua tube-nya, slice, atau detail lapisan pun semakin banyak sehingga gambar yang dihasilkan lebih tajam dan lebih akurat,” ujar Luqman.

Kualitas pencitraan jantung

Kualitas pencitraan jantung sering kali tergantung pada kecepatan detak jantung. Makin cepat detak jantung, makin sulit untuk mendapatkan hasil yang detail. Penderita pun harus diberi beta-blocker untuk menurunkan kecepatan detak jantung. Namun, dengan dua tube-nya, DSCT Flash bisa memberikan pencitraan akurat bagi jantung penderita dengan detak jantung berkecepatan tinggi. Sedangkan, pasien dengan detak jantung rendah atau stabil tak perlu menahan napas.

Teknik Flash Spiral scanning yang dimiliki DSCT Flash juga bisa memeriksa keseluruhan thorax dengan lebih cepat, hanya dalam 0,6 detik. Teknologi ini juga mampu memberikan pencitraan otak dan jantung sekaligus. Sehingga dokter dapat mencegah kemungkinan terjadinya cardioembolic stroke pada pasien stroke. Keunggulan lain DSCT Flash untuk pemeriksaan jantung adalah pasien cukup diberikan kontras dalam jumlah rendah sehingga meminimalisasi risiko efek samping kontras.

Tidak terbatas hanya untuk jantung, DSCT Flash memiliki banyak kelebihan lain untuk pemeriksaan organ tubuh. Pada pasien usia anak, dengan waktu pemeriksaan yang lebih cepat dan pemeriksaan dada dan tubuh yang dapat dilakukan sekaligus, pasien anak tidak perlu diberikan sedasi atau anestesi agar mereka mudah diperiksa. Kecepatan pemeriksaan DSCT Flash juga memberikan kelebihan tersendiri bagi pemeriksaan pasien trauma atau kecelakaan. Tim medis dapat memaksimalkan peluang hidup bagi pasien kritis dan harus cepat membutuhkan penanganan.(sumber)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan