Sinopsis Mardaani 3 (2026): Aksi Rani Mukerji Bongkar Kejahatan Perdagangan Anak

Film Mardaani 3 menjadi salah satu film India paling dinantikan pada awal tahun 2026. Dirilis pada 30 Januari 2026, film ini kembali menghadirkan Rani Mukerji sebagai perwira polisi legendaris Shivani Shivaji Roy, karakter ikonik yang sudah melekat kuat sejak film pertamanya. Teman-teman tentu masih ingat sekali adegan Shivani mulai menggulung lengan baju kanannya, dan misi dimulai.

Kali ini, kisah yang diangkat terasa jauh lebih gelap, lebih emosional, dan lebih berani dalam menyoroti salah satu kejahatan paling mengerikan: perdagangan anak.

Disutradarai oleh Abhiraj Minawala, Mardaani 3 berdurasi sekitar 2 jam 10 menit dan mengusung genre aksi, kriminal, dan thriller. Film ini tidak hanya menawarkan ketegangan dan adegan kejar-kejaran khas film kriminal, tetapi juga menyuguhkan kritik sosial yang tajam tentang ketimpangan kekuasaan, kemiskinan, dan eksploitasi terhadap mereka yang paling tidak berdaya.

Dengan rating usia 17+, Mardaani 3 jelas bukan tontonan ringan. Sejak awal, film ini sudah memberi sinyal bahwa penonton akan diajak masuk ke dunia gelap yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka.

Sekilas Tentang Mardaani 3

Mardaani 3 melanjutkan perjalanan Shivani Shivaji Roy, sejak Mardaani (2014), sebagai perwira polisi perempuan yang dikenal tegas, berani, dan tak pernah kompromi terhadap kejahatan. Dalam film ketiganya ini, Shivani dihadapkan pada kasus yang jauh lebih kompleks dan sensitif dibanding sebelumnya.

Kasus penculikan anak perempuan menjadi inti cerita. Bukan sekadar penculikan biasa, melainkan bagian dari jaringan kejahatan terorganisir yang melibatkan mafia pengemis dan perdagangan anak lintas wilayah. Film ini memperlihatkan bagaimana kejahatan tersebut beroperasi secara sistematis, memanfaatkan kemiskinan, ketakutan, dan kekuasaan.

Sinopsis Mardaani 3

Sinopsis Mardaani 3 (2026), Kembalinya Shivani Shivaji Roy Membongkar Kejahatan Perdagangan Anak

Cerita Mardaani 3 berpusat pada hilangnya dua gadis kecil bernama Ruhani dan Jhimli di wilayah Bulandshahr, Uttar Pradesh. Keduanya diculik secara terpisah, namun ternyata berakhir di tempat yang sama, sebuah lokasi persembunyian milik sosok berbahaya yang dikenal dengan nama Amma.

Amma bukanlah penjahat biasa. Ia adalah ratu mafia pengemis yang menjalankan bisnis kejahatan dengan cara yang sangat kejam dan tidak manusiawi. Di balik citranya sebagai pemimpin jaringan pengemis, Amma menyimpan rahasia kelam yang jauh lebih mengerikan.

Kasus ini menjadi perhatian nasional ketika terungkap bahwa Ruhani adalah putri seorang diplomat India, Duta Besar Sahu, yang saat itu sedang bertugas di Turki. Hilangnya anak seorang pejabat tinggi membuat tekanan publik dan politik meningkat drastis. Media mulai menyorot kasus ini, sementara aparat penegak hukum dituntut bergerak cepat.

Dalam situasi genting tersebut, Shivani Shivaji Roy diminta untuk mengambil alih penyelidikan. Pengalamannya menangani kasus-kasus besar dan reputasinya sebagai polisi yang tak kenal takut membuatnya menjadi pilihan utama.

Namun, sejak awal Shivani menyadari bahwa kasus ini tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.

Perlombaan Melawan Waktu

Kekhawatiran terbesar Shivani adalah keselamatan kedua gadis tersebut. Ia tahu bahwa dalam kasus penculikan anak, waktu adalah segalanya. Semakin lama korban disekap, semakin kecil kemungkinan mereka bisa diselamatkan dalam kondisi hidup dan utuh.

Atas saran Shivani, Duta Besar Sahu diminta untuk mengumumkan hadiah uang dalam jumlah besar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi atau membantu menemukan putrinya. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memancing para pelaku di lapangan agar saling mengkhianati.

Keputusan tersebut terbukti berdampak besar.

Hadiah uang itu menarik perhatian seorang kriminal kelas bawah bernama Pinku dan kelompoknya. Tergiur oleh imbalan besar, mereka nekat menculik Ruhani dari tempat persembunyian Amma dengan tujuan membawa gadis itu keluar dan menyerahkannya demi mendapatkan uang.

Di sinilah konflik mulai semakin rumit.

Tekanan politik membuat Shivani diarahkan untuk hanya fokus menyelamatkan Ruhani, tanpa perlu memikirkan Jhimli atau membongkar jaringan Amma secara keseluruhan. Bagi pihak tertentu, keselamatan anak diplomat jauh lebih penting daripada nasib gadis kecil dari keluarga biasa.

Namun, Shivani menolak berpaling.

Keteguhan Shivani Shivaji Roy

Sebagai polisi, Shivani tidak bisa menerima pendekatan setengah-setengah. Baginya, setiap nyawa memiliki nilai yang sama. Ia bersikeras untuk menemukan kedua gadis tersebut, sekaligus mengungkap kejahatan di balik penculikan ini.

Penyelidikan Shivani membawanya pada fakta mengejutkan. Amma ternyata secara khusus menargetkan gadis-gadis prapubertas. Para penculik yang bekerja untuknya dibayar hingga lima kali lipat dari tarif penculikan biasa, sesuatu yang jelas menunjukkan adanya rencana besar di balik semua ini.

Temuan tersebut membuat Shivani semakin curiga. Ia menyadari bahwa kasus ini bukan hanya soal penculikan, melainkan bagian dari jaringan perdagangan anak yang terorganisir dengan sangat rapi.

Semakin dalam ia menyelidiki, semakin besar pula risiko yang harus dihadapinya. Shivani mulai berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih besar, termasuk tekanan dari atasan, campur tangan politik, hingga ancaman terhadap keselamatan dirinya sendiri.

Ketegangan yang Terus Meningkat

Mardaani 3 dibangun dengan tempo yang intens. Film ini tidak memberi banyak ruang untuk bernapas. Setiap petunjuk baru justru membuka lapisan kejahatan yang lebih gelap.

Kejar-kejaran, interogasi brutal, dan operasi penyamaran menjadi bagian dari perjalanan Shivani. Namun yang paling kuat dari film ini bukan hanya adegan aksinya, melainkan beban emosional yang harus dipikul oleh sang karakter utama.

Rani Mukerji kembali menunjukkan kualitas akting yang matang. Shivani digambarkan bukan sebagai sosok polisi super tanpa cela, melainkan manusia yang lelah, marah, dan tertekan, namun tetap memilih untuk berdiri di sisi yang benar.

Isu Sosial yang Menjadi Inti Cerita

Salah satu kekuatan utama Mardaani 3 adalah keberaniannya mengangkat isu sosial yang sensitif tanpa terasa menggurui. Film ini secara halus menyoroti kesenjangan brutal antara mereka yang berkuasa dan mereka yang tidak punya suara.

Nasib Ruhani dan Jhimli diperlakukan sangat berbeda hanya karena latar belakang keluarga mereka. Melalui konflik ini, penonton diajak merenungkan realitas pahit bahwa keadilan sering kali bersifat selektif.

Kejahatan yang ditampilkan terasa sangat nyata, bukan karena adegan kekerasannya semata, tetapi karena kedekatannya dengan realitas sosial.

Daftar Pemain Mardaani 3

Selain Rani Mukerji, Mardaani 3 juga didukung oleh jajaran pemain yang solid dan berperan penting dalam membangun atmosfer cerita. Beberapa di antaranya adalah:

  • Rani Mukerji sebagai Shivani Shivaji Roy, perwira polisi yang memimpin penyelidikan
  • Janki Bodiwala sebagai Fatima Anwar
  • Mallika Prasad sebagai Amma, ratu mafia pengemis yang menjadi antagonis utama
  • Jisshu Sengupta sebagai D.T. Bikram Roy
  • Mikhail Yawalkar sebagai Inspektur Sodhi
  • Purnendu Bhattacharya sebagai Menteri
  • Jeffrey Goldberg sebagai Mr. Wyland
  • Naved Aslam sebagai Menteri Dalam Negeri
  • Avanee Joshi sebagai Ruhani
  • Eindraneel Bhattacharya sebagai Duta Besar Sahu

Setiap karakter memiliki peran yang memperkuat konflik dan memperdalam cerita, membuat dunia Mardaani 3 terasa hidup dan penuh tekanan.

Kesimpulan

Mardaani 3 bukan sekadar film aksi kriminal biasa. Film ini adalah potret gelap tentang kejahatan yang sering tersembunyi di balik hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Dengan cerita yang kuat, akting solid, dan isu sosial yang relevan, Mardaani 3 berhasil mempertahankan identitas seri Mardaani sebagai film yang berani dan bermakna.

Bagi penonton yang menyukai film thriller dengan cerita serius dan karakter kuat, Mardaani 3 layak masuk daftar tontonan. Film ini mengingatkan bahwa di balik setiap kasus kriminal, selalu ada nyawa yang dipertaruhkan, dan tidak semua orang memiliki privilese untuk diperjuangkan.

Jika penasaran dengan alur cerita lengkap dan bagaimana Shivani Shivaji Roy menghadapi musuh-musuhnya kali ini, jangan lewatkan Mardaani 3, film India yang menggugah sekaligus menegangkan.

Sinopsis dan Review Run On (2020): Ketika Hidup Tak Harus Selalu Berlari KencangSinopsis dan Review Even if This Love Disappears Tonight (2025), Cinta yang Bertahan di Tengah Lupa

Related

Tinggalkan komentar