The Judge Returns Episode 5–6 Recap & Review: Skandal Wajib Militer dan Jalan Gelap Han-young

The Judge Returns Episode 5–6 menjadi bab penting yang benar-benar mengubah arah cerita. Dua episode ini bukan hanya memperluas skandal besar soal penghindaran wajib militer, tetapi juga menempatkan Han-young tepat di pusat permainan kekuasaan paling berbahaya. Jika sebelumnya ia hanya bergerak dari balik layar, kini langkahnya mulai terbuka, agresif, dan penuh risiko.

Episode 5: Ledger yang Mengguncang Negeri

Episode 5 dibuka dengan suasana tegang di sebuah tempat rongsokan. Han-young berdiri sendirian, memegang sebuah buku besar—ledger yang berisi daftar nama elit penegak hukum dan pejabat yudisial yang lolos dari wajib militer melalui laporan medis palsu. Dokumen ini adalah bom waktu, cukup untuk mengguncang fondasi sistem hukum Korea Selatan.

Namun sebelum ledger itu sempat dibocorkan, Han-young diserang oleh seorang pembunuh bayaran kiriman Shin-jin. Pria yang sama pernah hampir membunuhnya di garis waktu sebelumnya. Kali ini, situasinya berbeda. Han-young sudah siap. Ia melawan, memanfaatkan kecerdasannya, dan berhasil meloloskan diri sambil mempertahankan ledger tersebut.

Kegagalan ini membuat Shin-jin murka. Ia mulai melihat Han-young bukan sekadar pion, melainkan variabel tak terduga yang perlu diuji batasnya. Shin-jin ingin tahu seberapa jauh Han-young akan melangkah, dan apa sebenarnya tujuan akhirnya.

Di sisi lain, Han-young diundang bertemu Kim Jin-han, salah satu hakim senior yang pernah bekerja sama dengan ayahnya. Jin-han menawarkan sesuatu yang tampak menggiurkan: promosi jabatan, fasilitas mewah, dan keamanan—semuanya sebagai imbalan ledger. Namun Han-young paham betul risikonya. Jika ledger jatuh ke tangan Jin-han, dokumen itu justru bisa menjadi alat baru untuk membangun jaringan elit yang lebih kuat dan tertutup. Tanpa ragu, Han-young menolak tawaran tersebut.

Sementara itu, mantan Presiden Park Kwang-to mengumpulkan para VIP untuk membahas perombakan kabinet ketiga. Shin-jin berdiri di sisinya, menjadi tangan kanan yang mengatur arah kekuasaan. Kwang-to menyerahkan sebuah folder rahasia kepada Shin-jin—data intel tentang siapa pun yang keluar-masuk Soujae. Dengan folder ini, Shin-jin diberi wewenang penuh untuk “menyingkirkan” siapa pun yang menghalangi jalan mereka.

Salah satu dampaknya langsung terasa: CEO Jang Tae-sik dibebaskan tanpa dakwaan.

Han-young kemudian menemui Yi-seok dan memperlihatkan ledger tersebut. Yi-seok sedang berada di ambang promosi besar, tetapi ia dikenal sebagai salah satu dari sedikit pejabat yang masih menjunjung integritas. Meski sadar ini adalah “cawan beracun” yang bisa menghancurkan kariernya, Yi-seok memilih melakukan hal yang benar.

Ledger itu akhirnya bocor ke media.

Nama demi nama dibacakan secara langsung di televisi nasional. Efeknya brutal. Para pejabat panik, jaringan kekuasaan mulai retak, dan skandal ini menjadi konsumsi publik. Kwang-to menyalahkan Shin-jin, sementara Shin-jin melampiaskan amarahnya pada Jin-han.

Menyadari bahwa Han-young bukan sekadar berada di bawah bayang-bayang Yi-seok, Shin-jin memutuskan untuk turun tangan langsung. Ia mengirim pesan ancaman melalui pembunuh bayarannya, mencoba menabrak Han-young dengan motor. Han-young selamat, meski terluka.

Im Jeong-sik yang mendampinginya yakin pelaku adalah seseorang dari kasus lama yang menyimpan dendam pribadi.

Setelah keluar dari rumah sakit, Shin-jin sendiri menghubungi Han-young. Mereka makan siang bersama—sebuah pertemuan penuh senyum, tetapi sarat ketegangan. Shin-jin menceritakan masa kecilnya sebagai yatim piatu. Han-young mencatat detail itu, menyadari celah emosional yang bisa dimanfaatkan.

Han-young lalu berpura-pura mengaku bahwa pembocoran ledger didorong oleh dendam pribadi terhadap beberapa kenalan lama dari sekolah hukum. Shin-jin ragu, tetapi cerita itu cukup meyakinkan untuk meredakan kecurigaannya.

Di tengah pertemuan, Shin-jin menerima kabar bahwa Tae-sik kembali terancam surat penangkapan. Han-young menyadari bahwa sosok di balik layar adalah Chairman Yong-hyeon dari S-Group.

Di sinilah Han-young mulai memainkan kartu berbahaya. Ia menawarkan dirinya sebagai orang yang “tak tergantikan” bagi Shin-jin—sebuah upaya jelas untuk menyusup ke lingkaran dalam musuhnya.

Tak lama kemudian, Direktur Rumah Sakit Hankuk, Lee Chang-hyo, ditemukan tewas. Kasusnya dibuat seolah bunuh diri. Sebuah USB berisi data serupa ledger ditemukan, yang justru membuat penyelidikan skandal wajib militer dihentikan sementara. Han-young yakin Chang-hyo dibunuh karena tahu terlalu banyak.

Sebagai balasan, jaksa Park Cheol-woo menangkap Jeong-gyeon atas pelanggaran Undang-Undang Wajib Militer. Dengan Justice Jun-man juga ditangkap, fondasi elit hukum mulai runtuh. Ketua Mahkamah Agung mundur, dan Jeon Heung-wu ditunjuk sebagai pengganti.

Di tengah kekacauan ini, Shin-jin memberi Han-young sebuah tugas—ujian loyalitas. Ia harus “mengurus” Wu Gyo-hun, sementara Jin-han mulai menyelidiki masa lalu Han-young. Dengan ingatan akan garis waktu sebelumnya, Han-young tahu pekerjaannya baru saja dimulai.

Episode 6: Jalan Gelap di Haenal Law Firm

The Judge Returns Episode 6

The Judge Returns Episode 6 dibuka dengan pemindahan Han-young, Yi-seok, dan Jeong-sik ke Haenal Law Firm. Dengan Jaksa Agung Jun-ho kini mengawasi sistem, Han-young kembali ke titik yang sama seperti masa lalu—tetapi kali ini dengan posisi tawar yang jauh lebih kuat.

Jun-ho sebelumnya menolak semua tawaran Yoo Seon-cheol. Namun Han-young datang dengan informasi yang tak bisa diabaikan. Ia meminta Se-hui mendukung langkahnya, dan untuk pertama kalinya, Han-young memegang kendali penuh.

Di tengah restrukturisasi sistem hukum, Han-young tetap menjalankan tugas dari Shin-jin: menggali skandal Wu Gyo-hun. Investigasi ini terhubung langsung dengan Jun-ho.

Sementara itu, Kim Jin-ah mulai bekerja di kantor distrik, bertekad menjatuhkan Tae-sik dengan bukti sah. Ini menjadi awal perburuan terhadap S-Group.

Yi-seok kembali mengguncang pengadilan dengan menegaskan bahwa tak akan ada perlakuan khusus bagi pejabat yang namanya tercantum di ledger. Keputusan ini membuatnya menjadi target empuk, terutama karena Shin-jin masih mendapat dukungan kabinet presiden.

Han-young kemudian menjanjikan pada Shin-jin bahwa ia akan menjatuhkan Gyo-hun. Targetnya jelas: anak Jun-ho yang terlibat narkoba di Amerika Serikat, serta saudari Gyo-hun yang juga menggunakan narkoba—sebuah kejahatan serius di Korea.

Sebagai imbalan, Han-young meminta diserahkan ke Jun-ho sebagai penasihat hukum di Haenal. Shin-jin setuju.

Yi-seok lalu menugaskan Han-young menangani kasus lubang ambles di Distrik Nammyeon—kasus besar dengan banyak korban jiwa. Kasus ini ternyata terhubung dengan Gyo-hun dan Taemyung Construction, perusahaan yang memonopoli proyek distrik.

Kebenaran baru akan terungkap jika rezim berganti. Wali Kota Jong-jin ternyata mantan pemimpin geng Obok dan tangan kanan Taemyung. Meski pengadilan memenangkan gugatan konstruksi cacat, pemerintah distrik menang dalam gugatan korban jiwa.

Dengan cerdik, Han-young mengirim bukti foto anak anggota parlemen ke Jun-ho, memerasnya secara halus namun efektif. Dengan bantuan koneksi Se-hui dan ancaman jalur hukum AS, Jun-ho tak punya pilihan selain patuh.

Sebagai gantinya, Han-young berjanji membantu Se-hui mengambil alih Haenal Law Firm, menyingkirkan keluarganya sendiri dari puncak kekuasaan.

Di sisi lain, Song Na-yeon terlibat langsung dalam protes kasus amblesan. Ia mendengarkan keluarga korban, meredakan amarah dengan empati.

Namun konflik memuncak ketika preman kiriman wali kota mengancam ayah korban. Han-young turun tangan. Malam itu, ia mengejar Jong-jin, menabrak mobilnya, menyeretnya ke lokasi konstruksi, dan—di hadapan saksi—mengakhiri hidupnya.

Review Episode 5-6 : Titik Balik Moral Han-young

Dua episode ini menandai perubahan besar dalam The Judge Returns. Jika sebelumnya Han-young bergerak dengan kecerdikan dan manipulasi hukum, kini ia mulai melangkah ke wilayah yang lebih gelap. Episode 6, khususnya, mengingatkan pada nuansa Taxi Driver—keadilan instan, balas dendam, dan kekerasan sebagai solusi terakhir.

Pertanyaannya jelas: apa konsekuensinya?

Pembunuhan wali kota bukan tindakan kecil. Banyak saksi melihatnya. Dampaknya hampir pasti akan kembali menghantui Han-young. Shin-jin, yang awalnya meremehkannya, kini punya alasan kuat untuk benar-benar mengujinya.

Namun justru di sinilah kekuatan drama ini. Han-young akhirnya diuji bukan hanya oleh musuh, tetapi oleh pilihannya sendiri. Apakah ia masih bisa menyebut tindakannya sebagai keadilan?

Dengan fondasi cerita yang semakin kuat, konflik politik, hukum, dan moral saling bertabrakan. Episode 5–6 berhasil membuka paruh kedua cerita dengan taruhan yang jauh lebih tinggi. The Judge Returns kini bukan sekadar drama hukum, melainkan kisah tentang bagaimana kekuasaan menggerus batas benar dan salah—bahkan bagi mereka yang berniat baik.

Dan dari sini, semuanya benar-benar terbuka.

Episode 4 | All Lists | Episode 7-8

The Judge Returns Episode 4: Recap & Review: Titik Balik yang Mengubah SegalanyaThe Judge Returns Episode 7–8 Recap & Review: Ketika Keadilan Tidak Lagi Hitam Putih

Related

Tinggalkan komentar