The Judge Returns Episode 3 Recap & Review: Putusan Hakim yang Mengubah Takdir

The Judge Returns Episode 3 langsung dibuka dengan adegan mengejutkan. Han-young menabrak Sang-jin, seorang pembunuh berantai, hingga terkapar. Dari kejauhan, Yun-hyeok tanpa sengaja menyaksikan kejadian tersebut, termasuk momen saat hakim yang telah “kembali dari kematian” itu berhadapan langsung dengan Sang-jin.

Ketika ambulans datang dan membawa Sang-jin pergi, Han-young berpura-pura tidak tahu apa-apa. Ia menunjukkan bekas rem di jalan, seolah semua ini hanyalah kecelakaan biasa. Polisi pun tiba, dan penggeledahan di apartemen Sang-jin justru mengungkap bukti kuat tentang rangkaian pembunuhan yang pernah ia lakukan.

Di sisi lain, atasan Han-young mempertanyakan instingnya yang sejak awal mencurigai Sang-jin sebagai pembunuh berantai. Ketua Hakim Baek Yi-seok terlihat cukup puas dengan hasil kerjanya, namun menilai kasus ini masih berada di luar kapasitas Han-young untuk ditangani sepenuhnya. Setidaknya, untuk saat ini.

Karakter Baek Yi-seok digambarkan sebagai sosok yang adil dan sulit dipengaruhi. Hal ini terlihat ketika ia secara tegas mengusir seorang anggota parlemen yang mencoba menyuapnya demi putusan yang menguntungkan. Han-young bertemu dengan Yi-seok dan mengajukan diri sebagai asisten hakim ketua. Kegigihannya membuat Yi-seok terkesan, hingga akhirnya ia mengizinkan Jeong-sik membawa Han-young masuk ke dalam tim.

Sementara itu, firma hukum Haenal sedang berada di titik terendah. Mereka telah menangani 12 kasus dan kalah semuanya. Kondisi ini dimanfaatkan Yoo Seon-cheol, yang kemudian ditekan oleh Shin-jin dan Jin-han untuk bergabung dengan mereka. Dengan posisi terjepit, Yoo Seon-cheol praktis tidak punya pilihan selain menyerah.

Fokus cerita kembali pada penyelesaian kasus Sang-jin. Akibat insiden tabrak lari, Sang-jin harus menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda. Dalam sidang, Han-young membacakan putusan akhir. Namun alih-alih hanya membacakan hukuman, ia menyampaikan pidato emosional kepada para korban dan keluarga yang selama ini menderita akibat kejahatan Sang-jin.

Akhirnya, Sang-jin dijatuhi hukuman mati. Keputusan ini bukan hanya menutup satu kasus besar, tetapi juga menyelamatkan seorang anak kecil dan mencegah terjadinya vonis salah dalam alur waktu sebelumnya.

Keputusan berani ini memicu reaksi keras. Jeong-sik marah besar karena setiap putusan pengadilan akan tercatat secara permanen. Namun Han-young tak peduli. Di balik layar, S-Group mulai memperhatikannya. Han-young menyadari hal ini saat melihat gerak-gerik mereka di Kantor Kejaksaan, lalu mengikuti mereka hingga ke sebuah restoran dan bertemu langsung dengan Shin-jin.

Shin-jin, bersama Kim Jin-han, terus merancang skema untuk melemahkan sistem peradilan dan memanfaatkan kekuasaan politik demi kepentingan mereka sendiri.

Setelah akhirnya terlibat dalam satu kasus yang benar-benar adil, Han-young pulang dengan perasaan lebih ringan. Ia terlihat lebih hangat terhadap keluarganya. Ibunya yang bekerja di tempat rongsokan dipeluk dengan penuh emosi.

Timeline ini terjadi sebelum ayah Han-young mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Meski memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki masa lalu, Han-young masih kesulitan menatap ayahnya secara langsung.

Dampak dari putusan Sang-jin terus bergulir. Sebagai bentuk hukuman sekaligus ujian, Jeong-sik dipaksa atasannya untuk memberikan kasus sulit dan penuh kontroversi kepada Han-young. Tujuannya jelas: menguji kompetensi Han-young dalam situasi paling rumit.

Kasus baru ini melibatkan Park Hyeok-jun, yang dituduh membunuh istrinya, Seon-hui, demi uang asuransi. Polis asuransi tersebut dibuat tiga bulan sebelum kematian Seon-hui, dengan Hyeok-jun sebagai penerima manfaat, bukan keluarga korban.

Hyeok-jun diketahui memiliki restoran sendiri dengan penghasilan sekitar 300 juta won per tahun. Ia mengaku tidak mengetahui adanya polis asuransi tersebut, dan tidak ada bukti langsung yang menunjukkan keterlibatannya. Namun total nilai asuransi mencapai 1,2 miliar won.

Kasus ini jelas tidak sederhana, namun Han-young berniat mengungkap kebenaran. Ia mendatangi lokasi kecelakaan terlebih dahulu. Mobil Seon-hui diketahui terjun dari jalan pedesaan yang panjang dan jatuh ke hutan di bawahnya. Seon-hui meninggal di tempat, sementara Hyeok-jun selamat dan berhasil merangkak keluar.

Di lokasi kejadian, Han-young bertemu Song Na-yeon, reporter hukum dari *Daejin Daily*. Di masa depan, Na-yeon akan menjadi jurnalis besar. Ia memiliki kepentingan pribadi dalam kasus ini karena Seon-hui adalah temannya.

Han-young memanfaatkan koneksi ini untuk mendorong kasus ke ranah media, sekaligus mengumpulkan informasi tentang Kim Ga-young, sosok penting dalam lingkaran Hyeok-jun.

Malam harinya, Madam Shin datang ke tempat rongsokan. Kehadirannya mengguncang emosi Han-young, mengingat cucunya terlibat dalam kasus Gojin Chemical di episode pertama. Han-young membantu semampunya dan meminta maaf dengan penuh perasaan, meski Madam Shin tidak memahami alasan emosinya.

Di waktu yang sama, Yun-hyeok menghadiri pertemuan rahasia dengan Kim Jin-han dan Shin-jin. Mereka membahas perubahan besar di struktur peradilan: Kim Jun-man akan menjadi Ketua Mahkamah Agung yang baru, sementara Baek Yi-seok dipromosikan menjadi Hakim Agung. Secara kasat mata ini adalah promosi, namun sebenarnya upaya untuk membatasi pengaruh Yi-seok.

Kembali ke kasus Hyeok-jun. Dalam kehidupan sebelumnya, Han-young mengingat bahwa Hyeok-jun dinyatakan tidak bersalah. Namun tiga tahun kemudian, terungkap bahwa ia memang sengaja menyebabkan kecelakaan untuk membunuh Seon-hui. Dengan pengetahuan ini, Han-young bertekad menjatuhkan Hyeok-jun sejak sekarang.

Ada selingan momen ringan ketika Han-young beradu taktik dengan Se-hee, calon istrinya di masa depan. Ia sengaja membuat Se-hee menunggu lama di restoran. Ketika Se-hee menamparnya setelah berselisih dengan pelayan, rekaman kejadian itu viral di media sosial. Se-hee dimarahi ayahnya, sementara citra Han-young justru semakin bersih.

Di persidangan, Han-young membacakan putusan kasus Hyeok-jun di hadapan banyak pengacara dan pejabat penting, persis seperti yang ia rencanakan. Kali ini, ia tampil jauh lebih teliti.

Ia mengejutkan Kim Ga-young dengan meminta ponsel pribadinya di ruang sidang. Ponsel tersebut diduga menyimpan bukti konspirasi dengan Hyeok-jun. Meski Kim Ga-young sempat berbohong, Han-young langsung menghubungi nomor tertentu dan membongkar kebohongannya di depan publik.

Review Episode 3

The Judge Returns semakin mengingatkan pada Taxi Driver dalam cara keadilan ditegakkan. Han-young memiliki karisma dingin yang serupa, sementara sisi gelap dunia politik Korea terus diperlihatkan lewat intrik-intrik di balik layar.

Episode ini terasa meningkat dibanding episode sebelumnya. Han-young mulai melunak, terutama dalam hubungannya dengan orang tua. Pendalaman karakter ini memberi bobot emosional yang pas dan membuat drama ini terasa lebih solid.

Kasus-kasus yang diangkat cukup menarik, meski akan lebih menantang jika Han-young dihadapkan pada situasi di mana pengetahuannya tentang masa depan tidak selalu memberi keuntungan. Unsur perjalanan waktu masih terasa agak kabur—bagaimana ia bisa mengingat semua detail kasus, dan sejauh mana perubahan yang ia buat akan memengaruhi alur peristiwa ke depan?

Terlepas dari itu, The Judge Returns tetap menjadi drama hukum yang menjanjikan. Arah ceritanya semakin kompleks, dan episode berikutnya layak untuk ditunggu.

Episode 2 | All Lists | Episode 4

Kurang Tidur Tapi Harus Tetap Jalan: Cara Menjaga Energi ala Kehidupan NyataThe Judge Returns Episode 4: Recap & Review: Titik Balik yang Mengubah Segalanya

Related

Tinggalkan komentar