Pro Bono Episode 12: Recap, Review, dan Penjelasan Ending (Tamat)

Pro Bono Episode 12 menjadi penutup yang penuh strategi, pengkhianatan, dan refleksi moral tentang arti keadilan. Episode ini tidak hanya menyelesaikan konflik hukum yang sudah dibangun sejak awal, tetapi juga menuntaskan perjalanan karakter Da-wit secara emosional dan ideologis.

Recap Pro Bono Episode 12

Episode dibuka dengan Da-wit yang memberi tahu timnya bahwa mereka harus “melempar bom” besar agar Dr. Oh tidak bisa mengubur kasus ini menggunakan pengaruhnya.

Di waktu yang sama, Jung-in resmi bergabung dengan tim pro bono. Dialah orang yang menyerahkan rekaman penting. Jung-in masuk ke panggilan telepon di tengah percakapan, berpura-pura mengingatkan Dr. Oh soal jadwal rapat. Dengan menjadikan panggilan itu percakapan tiga arah, rekaman tersebut akhirnya sah digunakan sebagai bukti hukum.

Berita malam mulai mengungkap pengaruh korup Dr. Oh, sementara media miliknya hanya terbit di pagi hari. Hakim yang menangani kasus pun memilih mengundurkan diri agar tidak terseret konflik.

Terungkap pula bahwa Da-wit dan Jung-in telah membuat kesepakatan rahasia. Jung-in memanfaatkan Da-wit untuk menjatuhkan ayahnya sendiri.

Hakim baru, Senior Chief Judge Kim—teman lama Shin—menolak pemanggilan saksi. Namun Da-wit meminta waktu satu minggu untuk memancing Shin, Dr. Oh, dan Jang ke dalam pemeriksaan silang yang saling menjatuhkan.

Meski tim merasa cemas, Da-wit sudah punya rencana. Yeong-sil mengirimkan video AI palsu kepada Shin dan Jang, seolah-olah mereka saling menyalahkan satu sama lain. Ketidakpercayaan yang sudah ada pun semakin parah.

Jang meminta saran Myeong-hun, yang mengatakan bahwa mungkin saja video itu mengandung kebenaran. Sementara itu, Shin justru meminta nasihat Dr. Oh. Namun Dr. Oh menertawakannya karena mudah terjebak rencana Da-wit. Tersinggung, Shin memilih berlindung pada Judge Kim dan bukan lagi Dr. Oh. Dr. Oh pun mulai menganggap Shin tidak lagi berguna.

Dr. Oh kemudian menemui Da-wit secara langsung. Ia mengklaim dirinya hanya mediator yang memanfaatkan orang-orang kaya dan berkuasa demi kebaikan negara. Ia bahkan menawarkan posisi Shin kepada Da-wit, dengan alasan kepentingan nasional. Da-wit bimbang, teringat harapan ibunya agar ia menjadi orang sukses.

Sidang Penentuan dan Pengkhianatan

Dalam sidang berikutnya, Shin dan Jang hadir. Judge Kim terus memotong pertanyaan Da-wit, hingga akhirnya mengancam akan menahan Da-wit karena tuduhan tanpa dasar. Tepat saat itu, Dr. Oh muncul sebagai saksi. Namun secara mengejutkan, Da-wit mencabut permintaannya untuk memeriksa Dr. Oh, membuat semua orang kebingungan.

Myeong-hun memberi tahu Jang bahwa mereka tampaknya sudah ditinggalkan Dr. Oh dan kini ia berpihak pada Da-wit.

Sidang berlanjut. Da-wit menuduh Jang telah menyuap Shin demi putusan bebas. Ia mengklaim memiliki rekaman kedua yang akan membongkar semuanya. Namun ia menawarkan keringanan hukuman jika Jang mengaku lebih dulu. Terdesak dan didorong Myeong-hun, Jang akhirnya mengaku bahwa Shin-lah yang menawarkan bantuan sebagai bentuk balas dendam pada Da-wit.

Shin membela diri dengan mengatakan bahwa jabatan kehakiman tidak bisa dibeli. Saat itulah Da-wit memutar rekaman Dr. Oh yang mencoba menyuap dirinya. Da-wit menegaskan bahwa ia tidak menginginkan posisi Justice jika jabatan itu bisa dibeli semudah itu. Ia juga membongkar kemunafikan Dr. Oh dengan mengungkap kesepakatan tambang menguntungkan antara Dr. Oh dan Jang.

Judge Kim menyadari situasi sudah di luar kendalinya. Myeong-hun meninggalkan Jang, dan terungkap bahwa Jung-in sebelumnya telah menemui Myeong-hun untuk meminta bantuannya. Shin akhirnya ditangkap setelah penyelidikan internal. Dr. Oh memang lolos dari penjara, tetapi dipaksa keluar dari firma hukum. Meski begitu, ia merasa lega karena Jung-in akan melanjutkan “warisannya”.

Awal Baru dan Keputusan Terakhir Da-wit

Jung-in memecat Attorney Bae, memanggil kembali tim Pro Bono, dan menempatkan Da-wit serta Myeong-hun di jajaran manajemen. Namun kegembiraan Da-wit langsung meredup saat klien baru firma mereka adalah Bilton Chemicals—perusahaan yang dituduh menyebabkan bayi sakit akibat popok “ramah lingkungan” beracun.

Da-wit mendatangi tim Pro Bono dan mendapati mereka justru berencana membela para korban yang ingin menuntut Bilton Diapers. Jun-u sempat mengeluh, namun menolak promosi yang ditawarkan Da-wit.

Malam harinya, Da-wit secara langsung menantang Jung-in. Ia menyadari bahwa Jung-in-lah yang menceritakan kisah pribadinya kepada Jae-beom dan membantunya menyamar sebagai teman sekelas Da-wit yang telah meninggal. Jung-in menolak meminta maaf, percaya bahwa Da-wit sama ambisiusnya dengan dirinya. Ia menawarkan visi global dan posisi co-CEO.

Di sisi lain, Gi-ppeum dan orang tuanya mengadakan pesta sebagai ucapan terima kasih atas kasus lama mereka. Da-wit mencoba merendah dengan menyebut dirinya egois, namun ibu Gi-ppeum mengingatkannya bahwa namanya diambil dari David, sosok yang melindungi yang lemah dengan melawan Goliath.

Keesokan harinya, Da-wit melihat bagaimana firma hukum dengan dingin menutup suara para korban. Ia akhirnya memutuskan pergi—bersama seluruh tim Pro Bono. Terungkap bahwa Da-wit mendirikan firma hukum pro bono sendiri, yang berjalan dengan sistem biaya dari kemenangan gugatan.

Adegan penutup memperlihatkan pasangan lansia yang diusir dari rumah mereka hanya karena kekurangan satu dokumen. Tim Pro Bono datang untuk membela mereka. Da-wit menarasikan bahwa akan selalu ada orang yang kalah, sekeras apa pun mereka berusaha. Namun kini, setidaknya mereka tidak sendirian.

Review Ending Pro Bono

Dengan episode ini, Pro Bono resmi berakhir, dan penutupnya terasa sangat kuat. Perjalanan Da-wit terasa penuh lingkaran—dari sosok yang ingin memenangkan setiap kasus, menjadi seseorang yang memahami bahwa kemenangan sejati adalah ketika korban didengar.

Ia juga akhirnya memahami harapan ibunya yang sebenarnya: menjadi kuat, bukan demi kekuasaan, tetapi agar bisa melindungi mereka yang tidak punya kuasa—seperti David melawan Goliath.

Menariknya, Jung-in juga mendapatkan akhir yang realistis. Sebagai karakter abu-abu, ia tetap berada di puncak setelah semua penderitaan yang dialaminya. Namun harga yang harus dibayar adalah kehilangan Da-wit.

Secara keseluruhan, ending Pro Bono sangat solid. Jika tvN berniat menjadikannya drama hukum multi-season, penonton jelas sudah siap. Drama ini membuktikan bahwa kisah hukum tidak harus dingin—ia bisa hangat, manusiawi, dan sangat relevan.

Penjelasan Ending Taxi Driver Season 3: Apakah Kim Do Ki Selamat dan Apa Maknanya?Surely Tomorrow Episode 12: Recap, Review, dan Ending Explained

Related

Tinggalkan komentar