Unik : ‘The Vault’, Kedai Kopi Tanpa Pelayan

Unik : ‘The Vault’, Kedai Kopi Tanpa Pelayan – Di manapun kedai kopi yang saya sambangi, selalu ada pelayan yang akan mendatangi saya untuk menawarkan menu kopi yang ada. Namun, berita yang dilansir oleh dreamersradio.com, benar-benar membuat saya tercengang. Sebuah kedai kopi, teh, dan kue-kue yang bernama ‘The Vault’, sama sekali tidak menggunakan pelayan. Sayangnya kedai kopi ini ada di Valley City, North Dakota, Amerika Serikat. Coba ada di Indonesia … 
David Brekke dan isterinya Kimberly, pemilik kedai kopi ini, memberi kepercayaan besar kepada para pelanggan yang berkunjung ke gerai kopinya tersebut. Hingga mereka memutuskan untuk tidak mempekerjakan pelayan. 
“Segalanya dihargai dengan tangan, tidak ada scanner harga. Ikuti jalur pembelian dan bayar sebelum kau meninggalkan area kasir. Ada pembaca kartu kredit dan laci untuk tunai,” tulis ‘The Vault’ dalam website resminya.
Walaupun cukup beresiko, tetapi David Brekke dan istrinya, Kimberly terlihat tidak terlalu khawatir. Bahkan mereka menemukan kenyataan yang menyenangkan, “Hal yang luar biasa adalah orang-orang benar-benar jujur. Ketika aku mengeceknya, ada 15% yang lebih dermawan dari pada yang mencuri,” tutur David.
Unik : 'The Vault', Kedai Kopi Tanpa Pelayan
img from dreamersradio.com
Karena ‘The Vault’ ini menawarkan sebuah hal unik dan berbeda, yaitu kedai kopi tanpa pelayan,  tidak ayal membuat para pelanggan tertarik untuk datang dan merasakan pengalaman berbeda. Di kedai kopi ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti piano dan buku pilihan. 
“Ini adalah tempat keren untuk duduk karena terasa sepi dan aku sedikit demi sedikit banyak orang berdatangan,” tutur LeRoy Triebold, seorang pelanggan The Vault.
Walau tidak ada pelayan, gerai kopi ini menawarkan kopi dengan mesin profesional. Selain kopi ada juga minuman lainnya, seperti soda pop, hot cocoa, dan apple cider. Ada juga variasi kue, seperti brownies beku, yang diisi croissant.
“Benar-benar nyaman untuk digunakan. Aku harap mereka bisa mendapat keuntungan. Kebanyakan orang di kora ini aku rasa sangat jujur,” tutur pelanggan lainnya bernama Madeline Luke. 
Untuk diketahui, Valley City memiliki sekitar 6000 penduduk, di mana mereka semua saling mengenal satu sama lain. Benar-benar warga kota yang patut ditiru ya ?(sumber) 
  • Saya kalau datang ek ke dai kopi yang penting ada teman ngobrolnya Mas, yang melayani biarkan saja sibuk dengan urusan merak masng-masing.

    Salam

  • 😀 ini malah ga ada pelayannya lho mas … apa ga aseek .. 😀 ?