Tips Cerdas Memilih Obat Herbal

Tips Cerdas Memilih Obat Herbal –┬áSekarang ini, pemakaian bahan alami untuk produk makanan, minuman, obat herbal bahkan sampai dengan kecantikan semakin disukai. Masyarakat lebih memilih produk berbahan alami untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan dari obat-obat dengan bahan kimia. Penjualan obat herbal inipun semakin banyak. Mulai apotek sampai penjualan melalui online.

Kita harus cerdas saat memilih produk terutama cerdas memilih obat herbal. Saat ini, terdapat produk obat yang menyebutkan diri sebagai obat herbal, tetapi ada kandungan bahan campuran seperti kortikosteroid. “Banyak produk herbal yang dicampur, seperti dicampur kortikosteroid. Ini kan justru menyesatkan, katanya herbal tapi bahannya campuran,” kata Sugiharjo, Vice President for Professional Products Soho Global Health pada acara The 1st Natural Wellness Symposium di Bandung, Sabtu (7/6).

Menurut Sugiharjo, kandungan obat herbal harus benar-benar bahan alami yang memang sudah melalui serangkaian pengujian. Disamping itu, obat herbal tersebut juga sudah terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penggunaan dosis dalam obat herbal pun harus tepat. Karena kalau tidak, siapa yang akan mempertanggungjawabkan ?

Tips Cerdas Memilih Obat Herbal

Tips Cerdas Memilih Obat Herbal

Masih menurut Sugiharjo, tren penggunaan obat dengan bahan alami, baik untuk peningkatan kesehatan maupun pengobatan penyakit, mengalami peningkatan di dunia, termasuk di negara kita Indonesia. Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 30 ribu spesies tumbuhan dan 940 spesies di antaranya termasuk tumbuhan berkhasiat obat sehingga merupakan potensi yang sangat bagus untuk pasar obat herbal.

“Karena itu, obat herbal harus diperhatikan mutunya, keamanannya juga harus dibuktikan, serta khasiatnya harus diteliti dan dapat dibuktikan secara ilmiah,” katanya.

Menurut data yang dikutip dari situs Informasi Obat RSUD Cibabat Cimahi, kortikosteroid adalah golongan obat hormonal. Obat ini bekerja dengan mempengaruhi ekspresi gen pada inti sel tubuh sehingga secara luas mempengaruhi efek kerja tubuh meliputi metabolisme, mempengaruhi kerja sistem peredaran darah, imunitas, sistem kerja otot dan tulang, hormon, dan syaraf.

Efek samping yang paling sering terjadi adalah gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, gangguan kerja otot dan tulang, hipertensi, osteoporosis, haid, peningkatan kadar gula dalam darah dan menurunnya sensitifitas kerja hormon insulin, tidak teratur, penyembuhan luka melambat, penumpukan lemak di bawah kulit, mual, peningkatan nafsu makan dan bobot badan, iritasi pada saluran cerna, peningkatan tekanan pada bagian dalam bola mata (tekanan intraokular) yang dapat memicu glaukoma dan hambatan pertumbuhan pada anak.

BPOM menggolongkan kortikosteroid sebagai obat keras atau obat yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Hal ini amat sangat wajar. Mengingat efek samping yang tidak diinginkan yang mungkin muncul bila obat ini digunakan sembarangan. Tetapi pada kenyataannya, obat ini sangat mudah untuk dibeli bebas di apotek-apotek yang nakal, bahkan di warung-warung di pelosok desa. Jadi, cerdaslah memilih obat herbal. Lengkapi pengetahuan Anda dengan kandungan zat-zat yang terkandung dalam obat itu. (sumber)