Sucikan Rumah Angeline, Beberapa Warga Kesurupan

Upacara bernama Mecaru Panca Sata dilakukan di rumah mendiang Angeline. Ini diadakan sebagai sebuah adat untuk membersihkan hal negatif. Kaitan dengan kematian Angeline di rumah kediamannya di Jalan Sedap Malam 26 Denpasar pada Rabu, 10 Juni lalu, warga Desa Adat Gumi Kebon Kuri Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, menggelar upacara pembersihan lokasi yang sudah dianggap kotor karena kematian yang tidak wajar.

Kelian Banjar Kebon Kori Kelod, Putu Indrawan, menjelaskan upacara Mecaru Panca Sata ini bertujuan untuk membersihkan alam.

Dalam prosesi ritual yang diadakan sore hari itu, warga mengadakan 5 ekor ayam, berumbun, burik, putih, hitam, merah, sebagai korban persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa Tuhan yang Mahaesa untuk menyucikan alam semesta.

“Ini upacara untuk membersihkan hal negatif. Upacara ini wajib selambatnya 12 hari setelah ada pembunuhan. Nanti ada upacara lanjutan, yakni Mecaru Panca Kelud. Itu butuh biaya besar di atas Rp100 juta,” kata Indrawan di lokasi, Selasa (16/6) dikutip dari Metrotvnews.com.

Pada ritual itu, ada kejadian menarik. Beberapa warga mengalami kesurupan. Seorang wanita kesurupan saat bersembahyang di Pura Pesinggahan Batu Bolong, yang berada tepat di depan rumah Angeline. Perempuan berpakaian serba putih itu tiba-tiba berteriak histeris. Padahal, sebelumnya dia sedang khidmat memanjatkan doa. Ia menangis sejadi-jadinya. Suaranya keras dan melengking. Akhirnya wanita ini dibopong warga lainnya untuk disadarkan. Setelah dipercikkan tirta (air suci) ia kembali sadar.