Situs Gunung Padang dan Negara Atlantis yang Hilang

Seorang profesor asal Brasil mengatakan bahwa, negara atlantis yang hilang itu kemungkinan besar berada di Indonesia. Teorinya ini semakin dikuatkan dengan ditemukannya situs Gunung Padang, yang dianggap sebagai situs peninggalan nenek moyang seluruh bangsa di dunia. Ia menduga, ada korelasi anta situs gunung Padang dan negara atlantis yang hilang
Ditemukannya situs megalithikum Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, menyedot perhatian dunia. Situs ini ternyata juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Mereka beranggapan bahwa situs tersebut merupakan peninggalan nenek moyang seluruh bangsa di dunia.
Nanang, Juru Pelihara Gunung Padang Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang,  di teras lima Gunung Padang mengatakan, bahwa anggapan itu seringkali dikemukakan para wisatawan asing. Setelah melihat Gunung Padang, mereka mungkin memiliki naluri bawah situs itu juga warisan nenek moyang mereka. Lebih lanjut ia mengatakan, wisatawan asing itu berasal dari sejumlah negara di benua Eropa dan Asia. Antara lain, Jerman, Belanda, Inggris, Slovakia, Jepang, Cina, Malaysia. Mereka mengetahui keberadaan situs ini melalui internet dan media lokal negara mereka. 
Situs Gunung Padang dan Negara Atlantis yang Hilang
Dilansir Tribunnews, para wisatawan itu begitu takjub dengan situs Gunung Padang. Disamping pemandangan yang masih asli, mereka kagum dengan arsitektur dan tata ruang Gunung Padang. Mereka pun kerap berpesan kepada juru pelihara, untuk menjaga situs ini.
Ada sebagian wisatawan asing yang meyakini, bahwa situs Gunung Padang merupakan peninggalan budaya dari negara atlantis yang konon hilang. Ini sesuai dengan buku yang ditulis seorang profesor dari Brasil, yang mengatakan bahwa negara atlantis yang hilang itu kemungkinan besar berada di Indonesia.
“Benua atlantis itu mungkin istilah dan bahasa orang luar, kalau bahasa kita itu Sunda Wiwitan. Karena ini kan peradaban yang usianya cukup tua, jangan di Indonesia, di Asia juga sudah mengakui jika Gunung Padang merupakan situs tertua,” kata Nanang.
Menurut wisatawan asing itu, situs Gunung Padang juga merupakan simbol hubungan antara manusia dan pencipta. Menurut Nanang, banyak wisatawan asing yang mengaku merinding ketika sampai di puncak Gunung Padang.
“Ada pula wisatawan asing yang menangis ketika melihat kemegahan Gunung Padang. Itu karena mereka tahu sejarah dan punya naluri atas situs ini,” kata Nanang sambil mengatakan Gunung Padang dikunjungi 5 hingga 25 orang wisatawan asing setiap bulannya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan