Siapa sebenarnya Mukidi ? Humor tentang Mukidi jadi Viral

Sumpah … !! Saya sendiri tidak tahu siapa sebenarnya Mukidi ? Makanya, saya mencari banyak referensi untuk menemukannya. Konon, Mukidi ini berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Dari manapun dia, yang jelas, pembuat cerita Mukidi harus kita beri apresiasi, karena mampu membuat kita semua gembira.

Berkali-kali cerita humor Mukidi ini saya dapatkan. Terutama di grup-grup chatting seperti WhatsApp ataupun Blackberry. Entah siapa yang mengawalinya, namun sepengetahuan saya, cerita Mukidi diambil dari sebuah akun Twitter @CeritaMukidi. Berawal dari sinilah, humor-humor tentang Mukidi dan isterinya Markonah dimulai. Oya, mereka punya anak. Namanya Mukirin dan Mukiran. Sahabat keduanya adalah Wakijan. Sedangkan penampakannya, menurut blog CeritaMukidi.wordpress.com, seperti ini :

Siapa sebenarnya Mukidi

Kadang ia menjadi anak SD, SMP, Kakek-kakek, Ninja, dan lain-lain. Yang jelas, saya belum menemukan cerita Mukidi menjadi nenek-nenek … Hahahaha … Agar tidak penasaran, saya lampirkan sedikit cerita-cerita Humor Lik Mukidi.

TERNYATA MUKIDI TERLALU SAYANG SAMA ISTRINYA

Suatu hari istri Mukidi akan melahirkan anak pertama mereka.

Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan

Setelah persalinan selesai Mukidiipun mengecup kening istrinya sambil berkata:

Mukidi: Alhamdulillah… anak kita perempuan, makasih yaa, sayaank…

Istri: Iyaa, kang

Mukidi: Sakit yaa, sayank…?

Istri: Iyaa kang…sakiit banget!

Mukidi: Yaaank… aku sayaaang banget sama kamu… aku ga tega

Istri: Iyaa kang…!

Mukidi: Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja yaaa… jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaank.

Istri: …??????????…

MUKIDI LAGI..OH… MUKIDI

MUKIDI yang asli madura, sedang berlibur ke Jakarta.

Dia keliling Jakarta dg naik metromini.

Dia mengamati sgala yg terjadi di dlm metromini. Termasuk kernet & penumpang bus tsb.

Tak lama kemudian si kernet bilang: “Dirman.. Dirman.. Dirman..” (tanda bahwa bus sampai di jl sudirman)

Lalu seorang penumpang laki-laki teriak: “kiri..!”

Dan turunlah penumpang tersebut..

Selang berapa lama kernet teriak: “Kartini.. Kartini.. Kartini..”

Seorang cewek muda nyeletuk: “kiri..!”, lalu cewek tsb pun turun..

Beberapa lama kernet itu teriak lagi: “Wahidin.. Wahidin.. Wahidin..”

Adalagi cowok yg bilang: “Kiri!”

Tak selang lama si kernet teriak lagi: “Gatot Subrotooo! Gatot Subrotooo!”

Seorang pemuda ganteng berkumis tebal menjawab: “Kirii..!!”

Maka turunlah si kumis itu.

Maka….

Tinggallah seorang diri MUKIDI dalam bus. Dgn hati jengkel dia colek si kernet, dg nada marah MUKIDI bilang:

“Korang ajjar sampiyan ya… Daari tadi rang-orang sampiyan panggil. Lhaaa nama saya ndak sampiyan nggil panggil! Kalo begini, kaaapan saya toron?!!!”

Untung si kernet tanggap..

“Siapa nama bapak..?”

“Namaku MUKIDI”, jawabnya.

Si kernet langsung teriak: “MUKIDI. MUKIDI.. MUKIDI.. !!!”

MUKIDI pun lega dan berkata: “Naaaah.. Beggiitu..!! Kirri…!”

Maka turunlah MUKIDI di jalan tol.

Bagi yg menemukan MUKIDI harap menghubungi keluarganya di Sumenep.

MAAF, MUKIDI MUNCUL LAGI

Guru bertanya:”Anak-anak… Siapa yg mau masuk surga..?”

Serempak anak-anak menjawab “Sayaaaa..!”

Mukidi yang duduk di belakang diam saja..

Bu guru bertanya lagi : “Siapa yang mau masuk neraka..??”

Anak-anak : “Tidak mauuuu….!!!” Mukidi tetap diam saja.

Bu guru mendekat : “Mukidi, kamu mau msk surga atau neraka…?

Mukidi: “Tidak kedua- duanya bu guru…”

Bu guru: “Kenapa..?”

Mukidi: “Habis wkt ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, ‘Mukidi, Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA…!”

AYAM GORENG

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnmya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

“Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana”, kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.

Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

“AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu…!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!”

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, “Silahkan! siapa takut?”

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya.

Hahaha….

MUKIDI DAN GAJAH

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Bel sekolah berbunyi dan para siswa pun langsung berlarian memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk Mukidi. Mukidi memang sangat dikenal oleh para guru di sekolah itu. Anaknya sih nggak bandel-bandel amat. Namun dia sangat populer sebagai anak yang nyebelin banget.

Siang itu Mukidi duduk di paling depan. Karena salah satu bangku teman yang ada di depan tidak masuk. Maka dari itu Mukidi berniat duduk di paling depan. Kebetulan pelajaran hari itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Ini adalah mata pelajaran yang paling disukai oleh Mukidi. Nah pada kesempatan itu, Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat teba-tebakan nama hewan. Berikut dialognya

Guru: “Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?”.

Mukidi berdiri dan menjawab : “Gajah, bu guru !”

Guru: “Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf ‘D’ ?”

Semua murid diam, tapi Mukidi kembali berdiri :”Dua gajah, Bu Guru…”

….gerrr sak kelas

Guru :”Mukidi, kamu berdiri di pojok sana !

Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf “M”?

Semua murid diam.

Tapi lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang “Mungkin Gajah…”

Guru:”Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !”

Mukidi keluar dengan suuedihhh. Guru melanjutkan.

Guru :”Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf “J”?

semua diam.

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas

Mukidi : “Jangan-jangan Gajah”

Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang….

Guru : “Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?”

Sekali lagi semua murid terdiam.

Tiba-tiba HP bu Guru berdering.

Guru: “Ya hallo…”

HP : ‘Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah”