Ratap Tangis dan Jerit Luka di Gaza

Ratap Tangis dan Jerit Luka di Gaza – Agresi militer Israel yang terus berlanjut, berpotensi menambah korban jiwa rakyat Palestina. Himbauan dunia internasional untuk menghentikan serangan, tetap saja tidak dihiraukan pemerintah Israel. Banyaknya korban jatuh yang kebanyakan adalah masyarakat sipil, tidak membuat Israel surut dengan serangannya. Benar-benar mereka seperti ingin meratakan Gaza. 
Hampir di setiap rumah sakit di Gaza, ratap tangis dan jerit luka selalu terdengar. Banyak dari mereka terluka atau kehilangan sanak keluarganya. Tangisan dan ratapan itu menyatu dalam sebuah suasana yang mencekam dan memilukan. 
Dapat kita rasakan bahwa, rakyat Palestina di Gaza benar-benar menderita. Sampai dengan hari ke 12 jumlah korban terus bertambah hingga 333 orang. Tidak hanya itu, sebanyak 2.384 orang dilaporkan menderita luka akibat perang yang tanpa henti berkecamuk di Gaza. Hilir mudik korban luka datang ke rumah sakit al-Shifa di kota Gaza. Kebanyakan luka yang dialami oleh warga Palestina dalah luka tembak dan banyak pula yang menjadi korban ledakan misil-misil Israel yang tidak kenal usia. Orang tua, anak muda, bahkan anak-anak yang tidak berdosa merintih dan menangis. 
Ratap Tangis dan Jerit Luka di Gaza
foto :plasa.msn.com

Ratap Tangis dan Jerit Luka di Gaza
Ketegangan benar-benar menyelimuti rumah sakit yang menjadi tempat penampungan warga Palestina yang terluka juga tewas karena tindakan brutal tentara Israel. Tampak dalam foto tangan-tangan petugas medis mencoba menolong seorang bayi perempuan yang rumahnya terkena hantaman misil tentara Israel yang tak pernah berhenti walau sejenak. Foto tersebut diambil pada 18/7 atau hari ke 10 perang di Gaza.
Ratap Tangis dan Jerit Luka di Gaza
foto : plasa.msn.com
Mari kita berdoa bersama, agar rakyat Palestina bisa segera terbebas dari penderitaan memilukan ini. Sudah terlalu sering mereka mengalami penindasan yang tidak berperikemanusaiaan ini. Bantuan kita sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka. 

2 Komentar

Tinggalkan Balasan