Pengangkatan Angeline sebagai anak adopsi, ilegal

Mitra Masasha, hari ini dari Jakarta diberitakan tentang perkembangan kasus kematian Angeline. Seperti telah kita ketahui, kasus Angeline mulai menjadi perhatian warga setelah dilaporkan hilang sejak 16 Mei lalu. Kabar hilangnya Angeline menggerakkan banyak pihak untuk mencarinya, bahkan mengundang kepedulian turis dari luar negeri yang sedang berada di Bali.

Anak kecil yang dilaporkan hilang dari teras rumahnya ini, akhirnya ditemukan tiga minggu kemudian. Angeline ternyata tidak diculik. Dia ditemukan tidak bernyawa, terkubur di halaman rumahnya sembari memeluk sebuah boneka.

Menurut Komnas Perlindungan Anak, pengangkatan Angeline sebagai anak adopsi, ilegal. Dugaan ini muncul karena dalam proses pengangkatannya, belum ada penetapan dari pengadilan dan belum ada rekomendasi dari dinas sosial Denpasar.

Kalau pengangkatan Angeline ilegal, maka pelaku dapat dikenakan pidana karena menghilangkan identitas seseorang tanpa penetapan pengadilan. Selain itu hak pengangkatan terhadap orangtua angkat bisa dicabut. Demikian Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait, dikutip dari Metrotvnews.com

Ia menambahkan bahwa, satu keluarga ini bisa kena pasal berlapis. Tidak hanya dugaan kekerasan dan pembunuhan juga soal pengadopsian ilegal.

Menurut penilaian Arist, pada kasus Angeline, terdapat persengkongkolan kejahatan yang dilakukan orang terdekat. Sebab, jenazah Angeline ditemukan dihalaman belakang rumah, bukan diluar rumah. Sehingga memunculkan opini adanya persengkongkolan jahat untuk menganiaya dan membunuh Angeline.

“Harusnya tidak hanya Agustinus yang diperiksa namun ibu angkat, kakak angkat dan semua yang ada di rumah itu harus diperiksa,” ujarnya.

Arist menduga persekongkolan terkait status Angeline yang mendapat hak waris atas harta-harta yang ditinggalkan ayah angkatnya. Tetapi sampai saat ini, penyelidikan kepolisian masih tertuju pada Agustinus sebagai tersangka.

Ia sudah meminta kepada polisi agar pengembangan penyelidikan kepolisian juga merambah ke semua orang rumah Angeline. Dia optimis persekongkolan kejahatan ini akan dikembangkan kepolisian meski proses pengumpulan bukti-bukti berjalan lambat.

  • sedih jg sih, dibunuh dengan cara spt ini. bener2 kejam