Menanti Gundala Putera Petir, The Movie

Membaca wacana akan diangkatnya cerita Gundala ke layar lebar, membuat saya tersenyum senang. Beberapa waktu lalu, saya terlibat pembicaraan dengan adik saya, yang sama-sama penyuka film, tentang kemungkinan dirilisnya Gundala. Ini tidak lain imbas dari ngobrolnya kita tentang banyaknya film superhero yang laris di pasaran saat ini. Ada berita bahwa Mahaka Pictures (MP) bekerjasama dengan Bumi Langit Studio, akan memproduksi film Gundala The Movie. Film bertema superhero ini diharapakan dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan kepahlawan. Rencananya, film Gundala The Movie bisa ditayangkan pada bulan Januari 2016 mendatang.
Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Saya sendiri membaca komiknya di tahun 1987 ke atas. Memang tampak pengaruh komik superhero Amerika pada desain karakter maupun jenis kekuatannya, meskipun alur ceritanya bergaya Indonesia. Tokoh Gundala memang mirip dengan Flash. Lokasi cerita sering digambarkan di kota Yogyakarta meskipun dalam filmnya pada tahun 1982 diceritakan berada di Jakarta.
menanti gundala putera petir the movie
img from wikipedia
Cerita berawal dari seorang peneliti jenius yang bernama Sancaka, yang berhasil menemukan serum anti petir. Karena tenggelam di dalam ambisinya sebagai seorang ilmuwan, Sancaka melupakan hari ulang tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka yang patah hati berlari dengan hati galau di tengah hujan deras. Tiba-tiba sebuah petir menyambarnya. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz. Ia diberkati kemampuan super, yaitu bisa memancarkan geledek atau petir dari telapak tangannya. Raja Taifun dari kerajaan Bayu memberinya kekuatan lari secepat angin. Sejak itulah, pada waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan atau superhero penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya tertutup topeng, hanya tampak mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung.
Manajer pemilik hak Gundala, Andi Wijaya, meyakini bahwa film Gundala akan membawa kembali kejayaan komik Indonesia. Sosok Gundala akan menjadi panutan seluruh kalangan tentang sikap kepahlawan, karena Gundala selalu membela kebenaran. Dari sini diharapkan akan timbul rasa nasionalisme untuk menjadi pahlawan bagi Indonesia sesuai dengan kapasitas masing-masing orang.
Hasmi, yang merupakan pencipta Gundala, sangat mendukung keinginan tersebut, dengan terlibat dalam diskusi pengembangan skenario. Tujuannya agar pakem-pakem karakter Gundala tetap terjaga. Sedangkan Bumi Langit sebagai pemegang hak cipta, terjun langsung sebagai rekan kolaborasi MP dalam memproduksi film ini.
Tentunya bukan hal mudah untuk menghadirkan Gundala menurut konteks kekinian. Apalagi bioskop rajin menghadirkan tokoh-tokoh superhero Hollywood dengan segala kecanggihan efeknya. Namun MP, Bumi Langit Studio dan Hanung Bramantyo akan berusaha menghadirkan tontonan yang menarik dan membanggakan dengan cara tersendiri.
Direncanakan film Gundala dapat tayang pada bulan Januari 2016. Saat ini tim sudah melakukan pekerjaan kreatif, termasuk mendisain kostumnya agar terlihat lebih mengikuti jaman. Untuk pemeran Gundalanya sendiri masih dalam tahap pencarian. (dari berbagai sumber)