Lukisan Terakhir Pak Raden

Lukisan Terakhir Pak Raden –¬†Sebelumnya, saya sebagai pengelola masasha.net, walau terlambat, ingin mengucapkan ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Pak Raden atau Drs. Suyadi. Semoga Allah mengampuni segala dosanya, menjadikannya umat pilihan di sisi-Nya. Semoga juga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Tokoh Pak Raden, sangat akrab di mata saya. Masa kecil saya dulu, film si Unyil adalah tontonan wajib saya di hari Minggu. Dimana saat itu, saya tidak tahu warna baju si Unyil dan semua tokohnya, kaena di televisi rumah, hanya ada warna hitam, putih, dan abu-abu.

Pak Raden adalah tokoh yang galak di film itu. Ditakuti oleh Unyil dan teman-temannya yaitu Ucrit dan Usrok. Namun, sebenarnya pesan dari galaknya Pak Raden itu memang baik kalau dilakukan oleh anak-anak. Diantaranya jangan mencuri jambu, jangan nakal, dan lain-lain.

Pak Raden atau Drs. Suyadi adalah salah satu ahli animasi di Indonesia. Beliau lahir tanggal 28 November 1932. Beliau juga adalah lulusan Departemen Senirupa ITB. Selepas tamat di ITB, beliau melanjutkan studinya pada bidang film, di Cineastes Associes and Les Films Martin Boschet, Paris tahun 1961-1964. Pada awalnya, beliau bekerja menjadi ilustrator buku, khususnya buku anak-anak. Setelah bertahun-tahun menjadi ilustrator, Drs. Suyadi pun kemudian beralih menggarap film-film animasi. Awalnya hanya membuat film animasi untuk iklan-iklan masyarakat. Tetapi kemudian beliau berhasil mewujudkan cita-citanya, yaitu membuat film animasi untuk anak-anak dari boneka, yaitu SI UNYIL

Semasa hidup, Pak Raden tinggal di sebuah rumah yang sederhana. Di rumah sederhana bercat putih itu masih terpajang deretan lukisan yang dibuat sendiri oleh Pak Raden. Ada juga puluhan boneka karakter si Unyil yang ditaruh di sebuah lemari kaca.

Yang menarik, di salah satu ruangan, yang konon menjadi ruang kerja almarhum, terdapat sebuah lukisan setengah jadi. Lukisan itu bergambar anak-anak sedang menyaksikan pertunjukan wayang. Masih berupa sketsa, baru sebagian kecil saja yang diberi warna.

Menurut Nana, salah seorang murid Pak Raden, itu merupakan lukisan terakhir yang sedang dikerjakan almarhum.

Lukisan Terakhir Pak Raden

“Itu rencananya mau buat pameran bulan depan,” kata pria paruh baya itu.

“Saya tiga bulan belakangan sering nganter beliau mondar-mandir untuk pameran. Beliau memang lagi capek,” imbuhnya.

Pak Raden menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat, Jumat (30/10), pukul 22.00 WIB. Jenazah rencananya dimakamkan Sabtu (31/10) lalu, selepas waktu dzuhur. Selamat jalan Pak Raden … kami akan selalu mengingatmu … Allahummaghfirlahu Warhamhu Waafihi wa’fu’anhu …