KPI Beri Sanksi Happy Show Trans TV karena dianggap Melecehkan

KPI Beri Sanksi Happy Show Trans TV karena dianggap Melecehkan –┬áPeribahasa yang sering diucapkan bahwa “Mulutmu adalah Harimaumu” memang benar. Kita dinilai orang dengan apa yang kita ucapkan. Kali ini, peribahasa itu berlaku untuk Raffi Ahmad yang mana perkataannya dianggap melecehkan, pada program acara Happy Show di Trans TV. Acaranya sendiri berlangsung pada hari Minggu (1/11/2015) malam dianggap. Perkataan Raffi dinilai merendahkan profesi wartawan. Hal ini ditegaskan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Idy Muzzayad menyatakan bahwa apa yang dilakukan Raffi telah melanggar norma kesopan. Ia pun akan memberikan sanksi terkait candaan Raffi yang dianggap melecehkan tentang suatu profesi.

Lebih lanjut Idy Muzzayad mengatakan, perkataan Raffi dan tayangan Happy Show telah melanggar undang-undang penyiaran. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Idy mengatakan kalau yang diucapkan Raffi sudah melanggar dua pasal sekaligus. Yaitu Pasal 9 dan 10 Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran.

KPI Beri Sanksi Happy Show Trans TV karena dianggap Melecehkan
Raffi Ahmad (img from Liputan6)

Pasal 9 di mana Lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat. Juga pasal 10 dimana poin pertama Lembaga penyiaran wajib memperhatikan etika profesi yang dimiliki oleh profesi tertentu yang ditampilkan dalam isi siaran agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif di masyarakat. Lalu poin kedua, etika profesi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah etika profesi yang diakui dalam peraturan perundang-undangan.

Teguran akan dilayangkan KPI sebagai pengawas program dan tayangan televisi di Indonesia kepada tayangan yang menyiarkan acara Raffi. Demikian dikutip dari Liputan6. Sanksinya sendiri dapat berupa teguran awal. Setelah itu, KPI akan melihat perkembangannya.

  • Bagus lah Biar jadi pelajaran baginya,

    • Benar sekali … mulutmu harimaumu .. jadi berhati-hatilah menggunakannya .. benar tidak @PDKB:disqus … ?