Dirgahayu Negeriku, Doa Bagi Bangsaku

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Dirgahayu ke 69 untuk negeriku Indonesia. Semoga bangsa ini menjadi semakin baik, sejahtera, dan menjaga taqwa kepa sang Pencipta. Sampai hari ini mungkin masih ada sisa-sisa keceriaan ketika kemarin, kita memperingati bersama kemerdekaan Indonesia. Usia ke 69 sejak bangsa ini berdiri adalah usia yang matang, bahkan bila kita analogikan dengan seorang PNS, maka ini sudah masuk ke masa pensiun. Kemerdekaan yang kita peringati ini bukanlah sebuah hadiah. Bukan hadiah yang diberikan oleh Jepang  yang telah menjajah negeri ini 3,5 tahun lamanya. Ataupun hadiah dari Belanda, yang menjajah kita selama 3,5 abad. Bukan !
Kemerdekaan ini dicapai melalui perjuangan penuh darah, diplomasi, dari para pahlawan yang kita banggakan. Saya percaya, pada saat mereka berjuang demi kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini, mereka tidak pernah berpikir tentang apa yang akan mereka dapatkan dari perjuangan tersebut. Apalagi menghitung, berapa untung yang mereka peroleh. Mereka melakukan dengan ikhlas, tanpa pamrih, oleh karena kecintaan mereka pada negeri ini. Apakah Anda juga mencintai negeri ini ? 

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

Itu adalah kalimat yang dinukil dari pidato Bung Karno, saat merayakan HUT Proklamasi, di tahun 1956. Mungkin kalimat itu bisa dijadikan satu pertimbangan yang sangat bijak. Pola pikir pragmatis yang berkembang belakangan ini menjadi satu kendala besar dalam bagaimana kita bisa membuat Negara ini menjadi Negara yang besar. Berbagai peristiwa yang terjadi, banyak menimbulkan tekanan-tekanan moral kepada masyarakat, yang ujungnya menjadikan sikap apatis mudah timbul, emosi menjadi kurang terkendali, dan ini tentu saja berakibat buruk bagi kita semua.

Suasana perayaan 17 Agustus 2014 ini memang tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, apalagi ketika saya masih kecil dulu. Ini karena berbagai momentum yang ikut mempengaruhi. Masyarakat dihadapkan pada tahun ajaran baru sekolah, yang menyedot perhatian hampir seluruh masyarakat. Adanya pergantian pemimpin negeri ini, Pilpres 2014, yang masih menyisakan masalah, walaupun sudah kita ketahui hasilnya. Pilpres yang membuat banyak konflik yang memecah masyarakat. 
Meski secara perayaan kurang gebyarnya, namun arti dan hakekat kemerdekaan harus tetap kita pupuk dan lestarikan. Kita bisa lakukan dengan mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang membangun bangsa dan Negara. Kita sebagai warga negara dapat mengisi kemerdekaan melalui peranan kita masing-masing. Seorang pegawai/karyawan, bekerjalah menjadi karyawan yang baik, wirausahawan bisa mengisi dengan mengembangkan usahanya dan men-sejahterakan pegawainya, pelajar mengisi dengan belajar keras untuk mencapai cita-citanya. Kita wajib mengisi kemerdekaan dengan melakukan sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi bangsa ini.

Dirgahayu Negeriku, Doa Bagi Bangsaku

Dirgahayu Negeriku, Doa Bagi Bangsaku
img from kdri.web.id

Salah satu tantangan mengisi kemerdekaan saat ini adalah, permasalahan kesenjangan antara kaya dan miskin, pengentasan kemiskinan, penegakan hukum dan pemberantasan KKN. Tentu saja upaya tersebut akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh semua lapisan masyarakat dan aparat penegak hukum. Kita semua harus mempunyai semangat yang sama untuk berbuat baik dan memberantas kejahatan. Dan…Setiap peranan akan berjalan dengan baik bila dilakukan oleh orang yang mempunyai karakter yang baik serta budi pekerti yang mulia. Orang–orang yang menjunjung tingi prinsip moral dan kebenaran. 

Sebenarnya, pondasi moral dan ahlak yang luhur itu telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini dalam bentuk Dasar Negara kita yaitu Pancasila. Lima sila dalam Pancasila merupakan penjabaran dari nilai luhur yang ada di masyarakat yang perlu diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai dalam Pancasila tidak sekedar simbol, namun pencerminan peradaban bangsa Indonesia yang luhur dan berbudaya. Insya Allah, jika nilai-nilai Pancasila ini diaktualisasikan segenap lapisan masyarakat dalam kehidupan nyata, maka ini akan mampu menjawab berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa ini.
Itu menjadi tugas besar bagi kita semua, karena bukanlah kebetulan kita ditempatkan di dunia ini untuk menjadi bagian dari Indonesia. Sebuah bangsa yang masih terus bergulat menghadapi begitu banyak masalah. Turun ke jalan dan membuat keonaran ? Memukuli orang yang tidak sepaham atau kita anggap salah ? Itu kejahatan yang berat di mata Tuhan. Salah satu hal yang bisa dan WAJIB kita lakukan adalah terus memanjatkan doa untuk bangsa ini. Berdoa dan terus mendoakan bangsa. Bukan hanya berdoa untuk diri sendiri dan keluarga saja. Karena sadar atau tidak, sesungguhnya kesejahteraan kita, akan sangat tergantung dari kondisi bangsa dimana kita berada. 
Kepedulian kita akan sangat menentukan bagaimana masa depan bangsa ini. Jangan malah terus menghujat dan mengkritik dengan keterlaluan. Alangkah indahnya, jika kita semua bersepakat, berdoa bagi bangsa bersama-sama tanpa memandang perbedaan apapun. Dimanapun Anda dan apapun kepercayaan Anda, ini saatnya kita bersatu. Mari kita memohon kepada sang Pencipta. Menaikkan doa kita, permohonan kita, dan ucapan syukur untuk semua orang, termasuk bagi pemimpin-pemimpin kita dan juga untuk bangsa dan negara kita. Memang benar, kondisi negeri ini masih jauh dari kondisi ideal. Masih begitu banyak yang harus dibenahi. Mungkin masalah-masalah yang ada terlihat jauh lebih besar dari kesanggupan kita, tetapi sesungguhnya untuk itulah kita harus berperan serta. 
Hari ini, marilah kita mengambil waktu khusus untuk mendoakan negeri kita dengan sungguh-sungguh. Kita mohon ampun atas pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan sebagian dari elemen bangsa ini. Kesejahteraan bukanlah hal yang mustahil apabila semua orang, mampu berperan dan berdoa sesuai bidang dan kapasitasnya masing-masing. Wakili bangsa ini dan berdoalah bagi kesejahteraannya. Merdeka !!

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan