Cara Agar Pasien BPJS Kesehatan Tidak Ditolak Rumah Sakit

Cara Agar Pasien BPJS Kesehatan Tidak Ditolak Rumah Sakit – BPJS Kesehatan memang menjadi salah satu solusi alternatif untuk mendapatkan perawatan kesehatan secara murah atau bahkan gratis yang merupakan program pemerintah. Tetapi, seperti saat pemberlakuan ASKES dan JAMKESMAS dulu, banyak yang mengeluhkan bahwa mereka kadang ditolak oleh rumah sakit yang bersangkutan. Kasus inilah yang kini membuat banyak orang ragu akan manfaat dan untuk memiliki jaminan sosial dari pemerintah ini. Ada anggapan bahwa pasien BPJS Kesehatan akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan pasien lain. Dan ini sepertinya sudah menjadi rahasia umum.

Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Irfan Humaidi memberikan beberapa tips atau cara agar peserta BPJS Kesehatan tidak ditolak rumah sakit. Hal ini dikemukakannya saat ditemui Metrotvnews.com di kantor BPJS Kesehatan Jakarta.

Cara Agar Pasien BPJS Kesehatan Tidak Ditolak Rumah Sakit

Cara Agar Pasien BPJS Kesehatan Tidak Ditolak Rumah Sakit
img from Metrotvnews

Ia mengatakan bahwa pertama-tama kita harus mengetahui hak dan kewajiban sebagai peserta BPJS. Kita itu berhak mendapatkan pelayanan dan juga berhak bertanya-tanya pada petugas medis di sana. Demikian terangnya.

Sedangkan kewajibannya, Irfan melanjutkan, untuk mengecek kembali apakan si peserta BPJS sudah melakukan sesuai prosedur penggunaan atau belum.

Perlu kita tahu, kartu BPJS Kesehatan baru bisa dipakai 14 hari setelah pendaftaran dan dapat berobat ke rumah sakit ketika memiliki surat rujukan dari puskesmas atau klinik (kecuali dalam keadaan darurat) yang tercantum dalam kartu BPJS.

“Nah kalau sudah sesuai prosedur tapi ada oknum yang tetap menolak, cari alasan mengapa ditolak. Bila kamar penuh atau ada ‘oknum yang nakal’ segera laporkan ke kantor BPJS atau lewat hotline,” ungkapnya.

Irfan bahkan meminta untuk memotret tenaga medis yang menolak untuk menangani pasien BPJS Kesehatan tersebut dan mencatat namanya sebagai bukti yang akurat. Kalau ada rumah sakit yang bertindak tidak profesional terhadap pasien BPJS, Irfan menegaskan akan memutuskan kerjasama hingga terkait ijin dari Kementerian Kesehatan.

Di lain pihak, Irfan juga menghimbau semua peserta BPJS untuk wajib kritis, apalagi saat disuruh membayar obat-obat tertentu. Ia mengatakan bahwa BPJS membayar beserta obatnya, bagaimana bisa masih disuruh bayar. Tapi, kalau alasannya kosong bisa meminta dicarikan obat lain yang punya khasiat yang sama. Demikian katanya sembari mengakhiri pembicaraan. Masih ragu untuk membuat BPJS ?

5 Komentar

    • Benar sekali Kang @direktoriwisata:disqus … harus selalu kritis saja. Ini bisa dilakukan kalau kita tahu betul apa dan bagaimana BPJS itu. Kalau tidak, ya seperti yang kang @Indra bilang hanya jadi ping pong dan UUD itu … 🙂

Tinggalkan Balasan